REKOR TADARUS DAN BUKA PUASA BERSAMA KABUPATEN KOTA SE JAWA BARAT MELALUI VIDEO CONFERENCE

Posted By : Admin ORI/ 97 0

PEMECAHAN REKOR ORI ORIGINAL REKOR INDONESIA
TADARUS DAN BUKA PUASA BERSAMA KABUPATEN KOTA SE JAWA BARAT MELALUI VIDEO CONFERENCE TERBANYAK DI INDONESIA

Charita Consert For Indonesia HUT Sanggar Bunda Febri Ke 14

Posted By : Admin ORI/ 157 0

Charita Consert For Indonesia HUT Sanggar Bunda Febri Ke 14

Rekor Baju Terbesar karya Anak Disabilitas dan BAZNAS

Posted By : Admin ORI/ 170 0

Rekor Baju Terbesar karya Anak Disabilitas dan BAZNAS

Rekor soft launching Batik aksara pertama di pendopo DPRD CIMAHI

Posted By : Admin ORI/ 127 0

Rekor soft launching Batik aksara pertama di pendopo DPRD CIMAHI

5.000 peserta yang hadir dalam Peringatan Hari Jantung Sedunia Tingkat Nasional senam bersama di GOR Padjadjaran, Kota Bandung

Posted By : Admin ORI/ 108 0

Generasi Milenial Rentan Terkena Penyakit Jantung
Agung Bakti Sarasa
Minggu, 28 Oktober 2018 – 16:48 WIB
views: 458
Generasi Milenial Rentan Terkena Penyakit Jantung
5.000 peserta yang hadir dalam Peringatan Hari Jantung Sedunia Tingkat Nasional senam bersama di GOR Padjadjaran, Kota Bandung, Minggu (28/10/2018). Foto/SINDOnews/Agung Bakti Sarasa
BANDUNG – Penyakit jantung kini tak hanya diidap oleh kalangan lanjut usia (lansia). Akibat pola hidup dan asupan nutrisi tidak sehat, penyakit pembunuh nomor satu di dunia itu juga rentan diidap kalangan muda.

Hal itu dikatakan Ketua Yayasan Jantung Indonesia Cabang Utama Jawa Barat Ratu Runia Tony Djajakusumah. Menurut dia, pola hidup dan asupan nutrisi tidak sehat telah memicu pergeseran prevelansi penderita penyakit jantung.

“Sekarang tendensinya anak muda juga banyak yang terkena penyakit jantung akibat pola hidup dan asupan nutrisi tidak sehat,” kata Ratu Runia dalam Peringatan Hari Jantung Sedunia Tingkat Nasional di Gelanggang Olahraga (GOR) Padjadjaran, Jalan Padjadjaran, Kota Bandung, Minggu (28/10/2018).

Generasi muda yang juga dikenal sebagai generasi milenial itu, ujar dia, kerap kali mengenyampingkan pola hidup sehat, seperti kebiasaan merokok, tidur tidak teratur, hingga jarang berolahraga.

Mereka juga gemar makan-makanan junk food dan tak jarang mengalami stres. “Maka, jangan heran jika anak muda sekarang banyak yang terkena penyakit jantung,” ujar dia.

Ratu Runia meuturkan, Hari Jantung Sedunia diperingati setiap 29 September. Tahun ini Provinsi Jabar menjadi tuan rumah pelaksanaan peringatan Hari Jantung Sedunia Tingkat Nasional.

Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ini merupakan upaya preventif dan promotif untuk menekan jumlah penderita penyakit jantung.

Dalam kegiatan yang diikuti sekitar 5.000 peserta dari klub jantung sehat (KJS) itu, pihaknya menyediakan fasilitas pemeriksaan kesehatan bagi seluruh peserta, donor darah, hingga senam jantung sehat.

Tidak hanya itu, digelar pula penandatanganan ikrar kebulatan tekad berperilaku hidup sehat bagi seluruh peserta. “Kegiatan ini sebagai momentum untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya hidup sehat sebagai upaya mengurangi risiko penyakit jantung,” tutur.

Generasi Milenial Rentan Terkena Penyakit Jantung

Ratu Runia juga mengingatkan masyarakat untuk selalu menjaga pola hidup dan asupan nutrisi yang sehat agar terhindar dari penyakit jantung, dengan cara menghilangkan kebiasaan merokok, makan makanan bergizi seimbang, atasi stress, awas tekanan darah, dan teratur berolahraga.

Penyelenggaraan Peringatan Hari Jantung Sedunia Tingkat Nasional yang disertai penandatanganan kebulatan tekad berperilaku hidup sehat itu mendapat apresiasi dari Original Rekor Indonesia (ORI).

ORI memberikan piagam penghargaan kepada Yayasan Jantung Indonesia dan Yayasan Asih Putra sebagai kreator dan penyelenggara utama kegiatan tersebut.

“Kami memberiakn penghargaan dalam kategori penandatanganan kebulatan tekad berperilaku hidup sehat dengan memelihara dan meningkatkan jantung sehat serta senam secara terarah, teratur, dan terukur dengan peserta terbanyak,” ungkap Wakil Ketua ORI Guruh Susanto.

Guruh menambahkan, pihaknya hanya memberikan apresiasi, bukan catatan pemecahan rekor untuk kegiatan tersebut. Sebab, kegiatan pemecahan rekor senam jantung sehat sendiri sudah tercatat pada ORI 2017 lalu. “Untuk catatan rekor sendiri sudah pernah dilakukan. Saat itu digelar di Kota Cimahi,” tandas dia.

Generasi Milenial Rentan Terkena Penyakit Jantung

Sanggar Bunda Febri (SBF) , Rekor Baru dalam Aksi Pemuda dan Seniman Purwakarta Peduli Donggala dan Palu

Posted By : Admin ORI/ 118 0

Ori Rekor Wanita dalm Sebuah Prestasi
Dan pelantikan Duta atas Nama Nurul Azizah
Pemecahan Rekor Dalam Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kabupaten Purwakarta
Kuningan – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Sanggar Bunda Febri (SBF) Purwakarta bekerja sama dengan Original Rekor Indonesia (ORI) Pemecahan Rekor Baru dalam Aksi Pemuda dan Seniman Purwakarta Peduli Donggala dan Palu, di Lapangan Bola Manarmed 2, Kabupaten Purwakarta, Minggu (28/10/2018).
Acara berlangsung spektakuler karena melibatkan 280 penari, 280 pesenam, 280 all communitas, 28 deskripsi destinasi pariwisata Purwakarta, 28 atraksi seni budaya ekstrim, 28 peraga busana kreasi, 28 pemusik etnik sunda serta penampilan dari talent partisipan lainnya.
Ketua SBF Bunda Febri mengatakan, acara yang sudah teragendakan itu merupakan aksi sosial pemuda dan seniman yang ada di Kabupaten Purwakarta karena merasa peduli terhadap korban bencana di Palu dan Donggala.
“Kami mengusung tema Kita Pemuda Peduli. Ini nantinya pemuda berkarya ini akan memecahkan Rekor dalam waktu 28 menit di angka unik 28-280 talent,” kata Bunda kepada wartawan melalui sambungan telepon, Jumat (26/10/2018).
Menyikapi hal tersebut, President ORI Agung Elvianto menyebutkan, apa yang disampaikan oleh Bunda Febri merupakan acara yang sangat bagus dan dijamin spektakuler karena melibatkan ratusan pemuda dan seniman yang ada di Kabupaten Purwakarta.
“Juga disamping untuk membantu saudara kita yang tertimpa musibah di Palu, melalui ini juga bisa menyatukan para penggiat dan pelaku seni yang peduli terhadap bencana yang terjadi di Indonesia,” ungkap Agung.
Kemudian, tambah Agung, ORI juga akan memberikan penghargaan kepada Duta ORI Rekor Indonesia Nurul Azizah dari kota Tangerang karena menguasai 10 beladiri yang sudah dipertandingkan dan selalu mendapat juara.
Diantaranya yaitu beladiri Muaythai, MMA, Jujitsu, Tinju, Kick Boxing, Gulat, Luta Livre, Wushu Sanda, Silat Bebas dan Taekwondo.
“Jadi untuk pemecahan rekor secara kolaborasi ini kita masukan dalam kategori kolosal. Dan untuk rekor apresiasi wanita kita berikan kepada Nurul Azizah, yang masuk dalam kategori prestasi perorangan,” jelasnya.

HUT Kota Pontianak, Chef Borneo Pecahkan Rekor Bubur Ikan Terbanyak

Posted By : Admin ORI/ 123 0

HUT Kota Pontianak, Chef Borneo Pecahkan Rekor Bubur Ikan Terbanyak
Pontianak, SP – Ada banyak kegiatan yang diselenggarakan untuk memperingati hari jadi Kota Pontianak. Borneo Brother Chef (BBC) memecahkan rekor membuat bubur ikan terbanyak.

Bertempat di Car Free Day (CFD) Jalan ahmad Yani, BBC mengadakan pembuatan rekor bubur ikan terbanyak dalam rangka HUT ke-247 Kota Pontianak. “Jumlah bubur ikan 1.051 porsi, melebihi target kita yaitu 1.000 porsi,” ucap Dinar Komar, Ketua umum BBC, Minggu (21/10).

BBC merupakan gabungan chef lokal dari hotel dan restoran di Kota Pontianak. BBC mengerahkan sekitar 60 anggotanya untuk membuat bubur ikan terbanyak.

Rekor tersebut, diakui Dinar, sebenarnya sudah lama menjadi target yang ingin diwujudkan. Setelah mengajukan berkonsultasi dengan Plt Wali Kota Pontianak, akhirnya BBC memilih satu menu khas Pontianak.

“Akhirnya, kita memilih menu bubur Ikan untuk diangkat rekor Indonesia supaya bubur ikan ini bisa dikenal dan hingga di luar daerah,” ungkap Dinar.

Menurut Dinar, rekor yang diraih, sesuai visi misi BBC untuk mengangkat kuliner khas Pontianak. Bubur ikan Pontianak menjadi istimewa, sebab sudah terkenal di luar daerah. “Kami sebagian menggunakan ikan lokal. Ada ikan patin, ikan dari Sungai Kapuas, sama ikan laut. Campur,” ujarnya.

Perwakilan Original Rekor Indonesia (ORI) menetapkan Borneo Brother Chef (BBC) sebagai pemegang rekor pembuatan bubur ikan terbanyak pertama di Indonesia.

Perwakilan ORI berharap rekor baru ini tidak hanya sebagai penghargaan, tapi juga dapat mendorong bubur ikan sebagai ikon kuliner Pontianak sekaligus mengangkat citra Kota Pontianak di mata nasional. “Jumlahnya melebihi rekor, ada 1.051 porsi, rekornya sudah sah. Jadi kita beri penghargaan langsung,” kata Eko Jericho, perwakilan ORI Kalbar.

Eko menyebutkan beberapa kriteria untuk mendapat gelar rekor ORI. Pertama, rekor yang dibuat memang belum pernah ada sebelumnya. Kedua, bisa dibuktikan dan dilaksanakan.

Pihak ORI juga harus menyaksikan langsung agar dapat memberi penilaian bahwa rekor yang dipecahkan sesuai dengan yang didaftarkan. “Tidak hanya sekedar daftar, lalu kita siapkan rekor. Pembuktiannya juga harus benar-benar sah.”

Plt Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi pemecahan rekor. Menurut Edi, kegiatan seperti yang dilakukan BBC merupakan kegiatan ekonomi kreatif. Kita akan galakan Kota Pontianak sebagai kota kuliner yang sehat dan halal,” tuturnya.

Edi mengajak para chef hotel dan restoran untuk terus melakukan inovasi menciptakan makanan khas Kota Pontianak. Jika bubur ikan memiliki kekhasan tertentu, akan didaftarkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayan untuk mendapatkan label warisan budaya tak benda menyusul pacri nenas dan sayur keladi. “Dua makanan itu sudah jadi hak paten, tidak bisa diakui daerah lain.” (lha/)