Pemecahan Rekor Makan Nasi Lengko Terbanyak

Posted By : Admin ORI/ 20 0

Nasi Lengko dari Cirebon, Jawa Barat. Nasi lengko sebenarnya mirip dengan nasi pecel isinya berupa nasi yang di atasnya diberi irisan kecil timun, taoge, daun bawang, irisan tempe, dan tahu. Kemudian disiram dengan bumbu kacang yang pedas. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Cirebon – Sebanyak 3.000 lebih warga Kota Cirebon, Jawa Barat, secara bersama-sama memakan nasi lengko dalam rangka pemecahan Original Record Indonesia(ORI). “Kita berupaya melakukan pemecahan rekor ORI yaitu makan nasi khas Cirebon,” kata Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Jawa Barat, Asep Dedi di Cirebon, Sabtu, 15/9.

Pemecahan rekor makan nasi lengko terbanyak tersebut, kata Asep, dilakukan di sepanjang jalan Siliwangi, Kota Cirebon. Kegiatan pemecahan rekor juga dimaksudkan untuk mengenalkan nasi lengko kepada khalayak lebih luas.

“Karena di Cirebon bukan hanya empal gentong, nasi jamblang dan tahu gejrot, tapi juga ada nasi lengko yang enak,” kata Asep.

Presiden ORI, Agung Elvianto berharap pemecahan rekor makan nasi lengko dengan peserta terbanyak ini bisa membawa nasi lengko menjadi ikon kuliner khas Indonesia. “Jadi bukan hanya kuliner dari Cirebon saja, tapi bisa menjadi kuliner nasional,” kata Agung.

Menurut Agung, jika sudah menjadi ikon kuliner Indonesia, maka nasi lengko bisa disajikan di berbagai acara yang bersifat nasional bahkan internasional. “Ini bisa mendorong UMKM kita bergairah dan memberikan dampak ekonom.”

Pemecahan rekor terkait kuliner di Indonesia cukup sering dilakukan. Pada bulan Agustus lalu, dilakukan pemecaha n rekor untuk penyajian Pempek terbanyak dalam satu waktu di Palembang. Pada saat itu warga Palembang berhasil menyajkan 18.818 porsi pempek berstandar Nasional Indonesia atau SNI.

Pemecahan Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) tersebut dilakukan di Pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Rabu, 8 Agustus 2018 dengan disaksikan Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Gubernur Sumsel Alex Noerdin.

Pj Walikota Palembang Akhmad Najib mengatakan, penyelenggaraan pemecahan rekor dimaksudkan untuk mendorong penyediaan pangan yang berkualitas. Penyelenggaraan ini juga bertujuan untuk memotivasi pengusaha pempek untuk menyediakan pempek dengan SNI.

Atraksi Seni di Bandung Barat Window of Indonesia ( Floating Market )Pecahkan Rekor ORI

Posted By : Admin ORI/ 30 0

HUT ke-73 RI, Atraksi Seni di Bandung Barat Pecahkan Rekor

PERAGAAN seni budaya dan kostum adat nusantara semarakkan peringatan Kemerdekaan RI di kawasan Floating Market Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat 17 Agustus 2018.
MEMPERINGATI Hari Ulang Tahun ke-73 Kemerdekaan RI, peragaan berbagai pakaian tradisional ditampilkan di kawasan Floating Market Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat 17 Agustus 2018. Kostum pakaian adat tersebut sedikit dimodifikasi namun tetap mempertahankan keautentikannya.

Tak hanya pakaian adat, dalam kegiatan itu juga ditampilkan atraksi seni tradisi dan budaya berbagai daerah di Indonesia. Keunikan dan kekhasan pertunjukan ini pun mencatatkan rekor pada Original Rekor Indonesia (ORI).

Penampilan tersebut cukup menarik perhatian para pengunjung. Asep (30), pengunjung asal Subang misalnya, tertarik dengan peragaan kostum tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kostumnya unik dan khas. Ternyata, negara kita kaya akan budaya. Dan memang ini perlu dilestarikan, seperti dalam kegiatan seperti ini,” ujarnya.

Penyelenggara kegiatan, Popong Sopia Essen mengungkapkan, keragaman budaya menjadi aset berharga bagi bangsa Indonesia. Peragaan busana tradisional diharapkan bisa menambah kecintaan masyarakat terhadap negeri ini.

“Memang, pakaiannya sedikit dimodifikasi ke fashion modern. Namun, setidaknya hal ini bisa membangkitkan semangat kebangsaan bagi masyarakat untuk lebih mencintai Indonesia,” ujarnya.

Di kawasan Floating Market, berbagai kostum tradisional dari 34 provinsi di Indonesia tersedia di gerai Window of Indonesia. Kostum tersebut bisa dikenakan pengunjung dengan harga sewa Rp 50.000/ jam.

Daya tarik wisata
Pemilik Floating Market Lembang, Perry Tristianto Tedja mengungkapkan, kehadiran gerai pakaian adat tradisional ini juga bagian dari upaya pelestarian budaya Indonesia. Jika dikemas dengan baik, budaya pun menjadi daya tarik tersendiri bagi sektor pariwisata.

“Dari data yang disampaikan kementerian, faktor penunjang pariwisata itu 65 persennya culture (budaya), sisanya infrastruktur dan lain-lain. Jadi, saya berpegang pada data itu,” katanya.

Dia menambahkan, sejauh ini pengunjung Floating Mareket berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Dengan demikian, mereka pun bisa mengenakan pakaian adat dari daerah sendiri ketika berkunjung ke Lembang.

Presiden ORI Agung Elfianto mengapresiasi kehadiran atraksi seni dan budaya daerah di kawasan objek wisata tersebut. Dia berharap agar seni tradisi semakin mendapatkan ruang yang representatif untuk ditampilkan kepada publik.

“Khususnya seni dan budaya di Jabar agar lebih banyak mendapatkan ruang. Kesenian tradisional juga bisa berkolaborasi dengan seni modern, sehingga pertunjukannya lebih menarik,” tuturnya.***

MAKAN 1000 ALIAGREM Pagelaran Budaya Sabilulungan 2018

Posted By : Admin ORI/ 21 0

Disparbud Kab. Bandung mengangkat kembali Ali Agrem ( makanan ringan khas Karawang ) dan tercatat di ORI Original Rekor Indonesia Award dengan tema Makan Seribu Ali Agrem bertujan untuk melestarikan makanan khas daerah dan merangkul perajin Ali Agrem.

Kolaborasi Seni Lukis dan Tari Pecahkan Rekor ORI di Grage City Mall

Posted By : Admin ORI/ 17 0
Sebanyak 215 penari topeng cilik ikut berpartisipasi dalam acara Pemecahan Rekor ORI (Original Rekor Indonesia), yang berlangsung di Grage City Mall, Jalan Jend. A. Yani, Kota Cirebon, Sabtu (28/7/2018).
Pemecahan ORI atas Penyelenggara Pendukung Kolaborasi Seniman Lukis dengan Penari Topeng Cirebon terbanyak di Grage City Mall dalam acara Pameran Lukisan Menoreh Keelokan Nusantara.
Arif Hermawan, selaku General Manager Grage City Mall mengatakan 215 peserta penari topeng cilik yang ikut dalam pemecahan rekor ORI berasal dari wilayah III Cirebon.
“Ada 17 sanggar tari yang terlibat dan tiga pelukis terbaik dari Jawa Barat,” ujarnya.
Lanjut dia, pemecahan rekor ORI bertujuan untuk mengembangkan kesenian Jawa Barat, Khususnya Cirebon.
“Kami sangat berbangga, bisa mengembangkan kebudayan tradisional, khususnya Tari Topeng Cirebon dalam pemecahan rekor ORI,” ungkapnya.
Pihaknya akan terus mendukung kesenian-kesenian tradisional. Di samping, Grage City Mall sering menyelenggarakan berbagai acara kesesian.
“Kami akan terus jalin kerja sama dengan sanggar-sanggar tari, untuk terus mengembangkan kesenian-kesenian tradisional,” tandasnya.
Sementara itu, Vice President ORI, Saeful Muminin menjelaskan pada kali ini kami mencetak rekor yaitu kolaborasi lukis tercepat dengan durasi 15 menit diiringi tari topeng terbanyak.
“Sebelumnya, belum pernah ada rekor yang seperti ini. Di Grage City Mall merupakan pertama yang terjadi di Cirebon,” ujarnya.
Lanjut dia, penilaian dilihat dari banyaknya peserta penari topeng, kemudian dari lukis dinilai dari cepatnya menyelesaikan satu lukisan yang sangat luar biasa.
“Kami sangat mengapresiasi, khususnya tim lukis dan penari topeng, serta Grage Group yang sudah memberikan fasilitas atas terciptanya ORI,” terangnya.
Untuk diketahu, ORI merupakan suatu yayasan prestasi anak bangsa, dengan memberikan apresiasi terhadap suatu event yang bersifat unik ataupun kolosal di tingkat nasional.

Pemecahan 2 Rekor dalam HUT ke-42 PSBD Kelabang, Kirab Akbar Serba 42 hingga Kolaborasi 42 Kesenian

Posted By : Admin ORI/ 19 0

Peringatan HUT ke-42 Perguruan Seni Bela Diri (PSBD) Kelabang memecahkan dua rekor sekaligus.
Kirab akbar serba 42 yang tercatat di Original Rekor Indonesia (ORI) dan penari topeng termuda berusia 7 tahun 11 hari versi Record Holders Republic (RHR).Seremoni pemecahan rekor itu berlangsung saat penari topeng barong beling termuda, Fatan Julian Sianto tampil.
Fatan yang saat itu mengenakan pakaian serba putih ditemani seorang rekannya yang berpakaian serba hitam.Mereka yang mengenakan kostum barong hitam itupun bergantian menginjak beling.
Diiringi alunan musik, puluhan barong dan penari topeng itu yang terlibat tampak bersemangat.Mereka seolah-olah menyemangati penampilan Fatan dan rekannya.Padahal, para penari topeng dan barong itu juga memecahkan rekor.Aksi tersebut berlangsung selama kira-kira 10 menit.
Ya, rangkaian HUT ke-42 Perguruan Seni Bela Diri (PSBD) Kelabang itu memecahkan dua rekor sekaligus.Guru Besar PSBD Kelabang, Sandi Bernard Berliani, menyebut seluruh kegiatan itu serba 4 dan 2.
“Karena memperingati HUT ke-42 PSBD Kelabang, jadi semuanya harus 4 dan 2,” kata Sandi Bernard Berliani saat ditemui di Keraton Kanoman, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Sabtu (28/7/2018).Ia mengatakan, peringatan HUT ke-42 PSBD Kelabang dimulai dengan kirab akbar dari Keraton Kanoman, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, dan finish di Keraton Kacirebonan, Jl Pulasaren, Kota Cirebon.Kirab itu diikuti oleh 42 penari topeng kelana, 42 topeng barong beling, 42 prajurit keraton, 42 barongsai, 2 liong, 42 becak, 4 ogoh-ogoh, dan serba 42 lainnya.
Di panggung seni Keraton Kacirebonan kegiatan dilanjutkan dengan atraksi debus, pencak silat, wushu, dan fire dance yang diperagakan 42 orang.
Tak hanya itu, atraksi 42 king kobra juga bakal memeriahkan panggung seni di Keraton Kacirebonan.Selanjutnya ada pertunjukan sendra tari kolosal dan musik etnik yang melibatkan 42 orang hingga seluruh rangkaian kegiatan ditutup.
Kegiatan itupun tampak dihadiri Sultan Kacirebonan, Pangeran Raja Abdul Gani dan Patih Keraton Kanoman, Pangeran Patih M Qodiran.
Rekor ORI yang dipecahkan dibacakan oleh Presiden ORI, Agung Alfianto.
Sementara Lia Mutisari selaku Indonesian Vice President RHR membacakan dan langsung rekor RHR yang dipecahkan oleh Fatan Julian Sianto.
“Semoga Cirebon bisa terus memecahkan rekor dunia di bidang lainnya,” ujar Lia Mutisari selaku Indonesian Vice President RHR saat sebelum menyerahkan sertifikat RHR kepada Guru Besar PSBD Kelabang, Sandi Bernard Berliani.

Opak Rancaekek Pecahkan Rekor ORI

Posted By : Admin ORI/ 20 0

Ratusan Warga Rancaekek kabupaten Bandung, Jawa Barat, menggelar makan opak secara bersama-sama di gedung serba guna Rancaekek, Sabtu, (7/7/2018)

NASIONAL
Opak Rancaekek Pecahkan Rekor ORI
RANCAEKEK—Ratusan Warga Rancaekek kabupaten Bandung, Jawa Barat, menggelar makan opak secara bersama-sama di gedung serba guna Rancaekek, Sabtu, (7/7/2018).
Kegiatan tersebut dilakukan guna melestarikan makanan khas Sunda sekaligus memperkenalkan kepada publik agar semakin dikenal. Elsa Khairunisa Kamila selaku duta ORI mengatakan, pihaknya mengapresiasi keberanian kepada komunitas Rancaekek yang telah berani mempromosikan kekayaan dan budaya Nusantara sehingga bisa di kenal publik.
“Saya sangat memberikan apresiasi kepada Rancaekek Community yang terdiri dari putra putri bangsa karena keberaniannya mempromosikan kekayaan dan seni budaya,” kata Elsa.
Opak tersebut dimakan secara bersama-sama oleh warga, dan dilakukan penghitungan oleh pihak ORI, sehingga terhitung hampir 400 orang warga yang turut ikut makan makanan khas tersebut. Diharpkan opak bisa menjadi salah satu makanan khas yang melegenda.
“Harapan kami setelah di catatnya opak ini makana kuliner khas jawabarat bisa menjadi salah satu econ kuliner yang melegenda. Belum ke bandung kalo belum makan opak Rancaekek,” tuturnya.

Opak RancaekekORIrekor
Opak Rancaekek Pecahkan Rekor ORI

Pelatihan cooking Dengan Peserta Disabilitas Terbanyak

Posted By : Admin ORI/ 37 0
Duta Ori Original Rekor Indonesia Dalam Acara Pelatihan Membuat Kue dengan Peserta Kaum Disabilitas terbanyak di Indonesia
Duta Ori Original Rekor Indonesia Dalam Acara Pelatihan Membuat Kue dengan Peserta Kaum Disabilitas terbanyak di Indonesia

ORI (Original Rekor Indonesia),
pada hari ini Tanggal 20 Mei 2018.
telah terjadi Sebuah Sejarah Baru Untuk Indonesia khususnya di propinsi Jawa barat kota bandung Sebuah kegiatan spektakuler dan unik yaitu
Pemecahan Rekor “ORI” (Original Rekor Indonesia) : pelatihan cooking dengan peserta Disabilitas terbanyak

Penyandang disabilitas tetap memiliki potensi untuk menjalani kehidupan secara penuh serta berkontribusi pada vitalitas sosial, budaya dan ekonomi

Harapan kami, setelah adanya apresiasi dari ori ,

• meskipun anak-anak penyandang disabilitas ini memiliki berbagai keterbatasan,namun hendaknya tidak berkecil hati untuk terus berkarya.

*Penyandang disabilitas tetap memiliki potensi untuk menjalani kehidupan secara penuh serta berkontribusi pada vitalitas sosial, budaya dan ekonomi

• anak-anak penyandang disabilitas juga berhak mendapat kehidupan yang layak seperti lainnya

Bandung Indonesia,
20 Mei 2018

Rekor Pembuatan Gerabah Terbanyak di Kebumen

Posted By : Admin ORI/ 19 0

Rekor pembuatan Gerabah Terbanyak dalam waktu serentak dan bersamaan.
pembuatan kue serabi terbesar di indonesia
dan pembuatan logo terbesar di indonesia

Harapan kami, setelah adanya apresiasi ini gerabah akan menjadi legenda kerajinan hasil karya putra daerah mengalahkan china dalam disain mauoun bentuk yg sudah menjadi keramik
serta dpt memberikan nilai positive bagi masyarakat

Bandung Indonesia, 13 Mei 2018
Indonesia
1.produksi Gerabah di Jogja.jatiwangi gentengnya.slawi poci tehnya .dan Kebumen
Kami berharab Sentra Gerabah di kebumen bisa menjadi salah satu aikon kota Kebumen dan menjadi legenda dunia
demikin juga denga kulinernya
beberapa waktu yang lalu saya memberikan apresiasi kue serabi terbanyak di bandung besar harapan kami ketika kebumen mendapatkan rekor sebagai pembuat kue serabi terbesar gairah wisata kuliner kebumen akan terpengaruh karena akan mendatangkan turis baik lolal maupun luar
acara ini di suport Dlemonie

21 KOMUNITAS PEREMPUAN BANDUNG PECAHKAN REKOR ORI UNTUK RAYAKAN HARI KARTINI

Posted By : Admin ORI/ 27 0

Merayakan momen Hari Kartini yang jatuh pada Sabtu (21/4) kemarin, sebanyak 21 komunitas wanita berkolaborasi selama 21 menit secara bersamaan memecahkan rekor Original Rekor Indonesia (ORI). Presiden ORI Indonesia, Agung Elvianto mengatakan, ini merupakan pemecahan rekor yang begitu luar biasa. Katanya, sebanyak 21 komunitas yang berkolaborasi dari berbagai bidang dan profesi ini membuktikan bahwa mereka adalah para Kartini Indonesia. Dalam sebuah acara ‘Wanita dalam Sebuah Karya Penerus Kartini’, acara yang berlangsung di Click Square itu merupakan sebuah upaya menunjukkan bahwa wanita Indonesia mampu sejajar dengan pria membangun negeri. “Mereka melakukan kolaborasi cara hidup sehat dan atraksi cara hidup sehat. Ini menarik ya. Untuk gelaran Kartini, ini yang kedua kalinya. Dua tahun lalu sempat ada pemecahan rekor ORI tetapi bentuknya berbeda dengan hari ini,” papar Agung, Sabtu (21/4) sore. Sebanyak 21 komunitas wanita yang turut terlibat dalam kesempatan tersebut di antaranya adalah Mojang Otor Jabar, Juve Aerobic Community, Assosiasi Chef Indonesia, Evoy Production, Sanggar Bunda Febri, serta Pencak Gajah Putih. Tidak hanya pemecahan rekor ORI saja, pihaknya juga mencatat ada seorang anak kecil berusia dua tahun yang berhasil mendapat penghargaan sebagai pemain barong termuda.

Cek: https://komunita.id/?p=90559