PEMECAHAN REKOR SENAM TOBELO DENGAN JUMLAH PESERTA TERBANYAK DIINDONESIA, DALAM RANGKA MILLENIAL ROAD SAFETY FESTIVAL POLDA MALUKU UTARA 24 FEBUARY 2019 DITERNATE

Posted By : Admin ORI/ 14 0

 

PEMECAHAN REKOR SENAM TOBELO DENGAN JUMLAH PESERTA TERBANYAK DIINDONESIA, DALAM RANGKA MILLENIAL ROAD SAFETY FESTIVAL POLDA MALUKU UTARA 24 FEBUARY 2019 DITERNATE

PEMECAHAN REKOR ORI ORIGINAL REKOR INDONESIA DITERNATE MALUKU UTARA, SENAM TOBELO DENGAN JUMLAH PESERTA TERBANYAK, ORI Sangat mengapresiasi acara ini ,ORI melihat begitu antutiasnya masyarakat Ternate dalam ikut Serta membatu kegiatan ini, Hingga akhirnya terpecahkan rekor ini

 

Donat Ubi Cilembu”Boyke” Pecahkan Rekor ORI

Posted By : Admin ORI/ 15 0

Donat Ubi Cilembu”Boyke” Pecahkan Rekor ORI

 

Bandung, Faktabandungraya.com,– Kota Bandung terkenal sebagai kota beragam kuliner yang penuh inovasi, salah satunya Donuts Ubi Cilembu “Boyke” yang digagas Boyke Febrian Mohammad mampu memecahkan rekor ORI (Original Rekor Indonesia) melalui Pesta Salembur (Sarebu Donat Ubi Cilembu Boyke).

Pemecahan Rekor ORI Donat Ubi Cilembu “Boyke”, selain dihari langsung Boyke Febrian Mohammad, juga dihadiri anggota DPRD Jabar H.Ali Hasan, SIp, Ketua BNN Pusat Brigadir Jenderal Polisi, Dr Viktor Pudjiadi dan Ustadz Dada Rosada,

Ketua Original Rekor Indonesia (ORI) Guruh Susanto, Donat Ubi Cilembu ini merupakan kuliner inovasi karena selama ini kita mengenal Donat terbuat dari Tepung. Namun, ditangan pengusaha Boyke asal Kota Bandung ini, ternyata Ubi Cilembu mampu dijadikan Donat.

Donat berbahan baku utama Ubi Cilembu ini belum pernah ada dan berasal dari hasil bumi Jawa Barat, sehingga kita dari ORI menilai Donat Ubi Cilembu Boyke ini original dan layak diberikan rekor ORI”, kata Ketua ORI Guruh Susanto kepada wartawan disela pesta Salembur, di lapangan Kembar Empat, jalan Muhammud-Pamoyanan-Cicendo, Kota Bandung, Sabtu (26/01-2019).

Dikatakan, pesta Salembur dengan bagi-bagi seribu donat Ubi Cilembu dan makan serentak Donat masuk katagori sesuau yang baru, bahan baku dari Ubi Cilembu khas Jawa Barat, mudah didapat dan murah lagi.

Selain piagam Rekor ORI, Susanto juga memberikan medali kepada Boyke Febrian Mohmmad karena ORI menilai Boyke telah mampu memberdayakan warga untuk aktif berwirausaha donat dengan bahan baku dari ubi, bukan tepung terigu.

“Ide kepedulian Boyke dalam mendorong warga untuk berwirausaha dengan memberikan bahan baku dan belajar membuat donat, memiliki tujuan mulia untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan. Selain itu kita juga berharap, Donat Ubi Cilembu ini dapat menjadi Ikon baru kuliner kota Bandung dan Jabar pada umumnya, tandasnya.

Sementara itu Boyke Febrian Mohammad mengatakan, dirinya terpikiran untuk berinovasi membuat donat dari bahan baku ubi cilembu karena selama ini donat itu terbaut dari bahan baku terigu. Hampir seluruh kuliner donat yang ada terbuat dari terigu. Padahal di Jabar ada hasil pertanian lokal yaitu Ubi Cilembu yang tidak ada di provinsi lain.

“Saya bersama Tim Chef berinovasi dan melakukan serangkain percobaan, dan Alhamdulillah belum begitu lama diluncurkan pada hari ini Donat Ubi Cilembu mendapat penghargaan Rekor ORI. Bahkan, saya juga tidak menyangka akan mendapatkan medali ORI atas ide untuk memberdayakan masyarakat melalui usaha Donat Ubi Cilembu, ujar Boyke yang menjadi Caleg DPR RI No.7 dari Partai Golkar Dapil Jabar I (Bandung-Cimahi) ini.

Melalui Donat Ubi Cilembu kita berharap, akan tumbuh wirausaha-wirausaha baru dalam bidang donat, yang bukan hanya terbuat dari tepung tapi dari Ubi Cilembu yang hanya ada di Jawa Barat.

Perlu dicatat, bahwa Donat Ubi Cilembu ini, hanya didapatkan dan di produksi Kota Bandung. Karena saya ingin membantu mensejahterakan warga kota Bandung. Jadi kalau mau cari donat ubi ya ada di Bandung, siapa pelakunya ya warga kota Bandung,”ujarnya.

Lebih lanjut Boyke mengatakan, guna membantu wirausaha baru donat ubi cilembu, pihaknya memberikan bahan baku masih mentah, tinggal kita ajarkan mereka bagaimana memasaknya, menghitung harganya, melakukan topping hingga, bentuknya bisa indah, enak, sehat yang penting, dan murah.

Jadi Nilai tambah dari semua itu, kata Boyke, ada di masyarakat, sehingga upaya meningkatkan ekonomi masyarakat bisa terwujud dengan cara bikin donat berbahan baku ubi.

Dalam kesempatan tersebut Boyke juga berjanji, bila terpilih menjadi wakil rakyat nanti, akan fokus bekerja untuk rakyat, bukan fokus memikirkan bagaimana pengembalian uang kampanye dengan melakukan korupsi.

“Karena saya sudah berjalan usaha donat ini dengan masyarakat, bahkan bersama-sama mereka,” kandasnya. (husein).

200 Angklung Terunik

Posted By : Admin ORI/ 10 0

Membunyikan 200 Angklung terunik dengan peserta memakai pakaian Batik, pita di angklung, ikat di kepala berwarna merah putih selama 200 detik

Pemecahan Rekor ORI Senam HATERI Istana Bogor

Posted By : Admin ORI/ 12 0

Pemecahan Rekor ORI di Istana Kepresidenan Bogor .Senam HATERI dengan jumlah peserta terbanyak dengan jumlah 20 ribu Orang peserta dan dihadiri oleh Presiden RI Bapak Joko Widodo

Color Run di Solokan Jeruk Pecahkan Rekor, Sebagai Peserta Terbanyak Bacakan Teks Sumpah Pemuda

Posted By : Admin ORI/ 3 0

Gelaran Colorrun Soljer 2018 di Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, pada Minggu (28/10/2018), berhasil memecahkan rekor baru dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober tahun ini.

Dari pantaun Tribun Jabar, gelaran colorrun diikuti oleh ribuan orang usia milenial ini, berlari atau pun jalan cepat, namun saling menaburi serbuk warna kepada peserta lainnya.

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Color Run di Solokan Jeruk Pecahkan Rekor, Sebagai Peserta Terbanyak Bacakan Teks Sumpah Pemuda, http://jabar.tribunnews.com/2018/10/28/color-run-di-solokan-jeruk-pecahkan-rekor-sebagai-peserta-terbanyak-bacakan-teks-sumpah-pemuda?fbclid=IwAR2GzJIVHIYtFPhzJ1y5mbvy6uxrgUFv_KZLJAIzxPTAsHW7gooFEnFGW6A.
Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Seli Andina Miranti

Pemecahan Rekor Makan Nasi Lengko Terbanyak

Posted By : Admin ORI/ 3 0

Nasi Lengko dari Cirebon, Jawa Barat. Nasi lengko sebenarnya mirip dengan nasi pecel isinya berupa nasi yang di atasnya diberi irisan kecil timun, taoge, daun bawang, irisan tempe, dan tahu. Kemudian disiram dengan bumbu kacang yang pedas. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Cirebon – Sebanyak 3.000 lebih warga Kota Cirebon, Jawa Barat, secara bersama-sama memakan nasi lengko dalam rangka pemecahan Original Record Indonesia(ORI). “Kita berupaya melakukan pemecahan rekor ORI yaitu makan nasi khas Cirebon,” kata Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Jawa Barat, Asep Dedi di Cirebon, Sabtu, 15/9.

Pemecahan rekor makan nasi lengko terbanyak tersebut, kata Asep, dilakukan di sepanjang jalan Siliwangi, Kota Cirebon. Kegiatan pemecahan rekor juga dimaksudkan untuk mengenalkan nasi lengko kepada khalayak lebih luas.

“Karena di Cirebon bukan hanya empal gentong, nasi jamblang dan tahu gejrot, tapi juga ada nasi lengko yang enak,” kata Asep.

Presiden ORI, Agung Elvianto berharap pemecahan rekor makan nasi lengko dengan peserta terbanyak ini bisa membawa nasi lengko menjadi ikon kuliner khas Indonesia. “Jadi bukan hanya kuliner dari Cirebon saja, tapi bisa menjadi kuliner nasional,” kata Agung.

Menurut Agung, jika sudah menjadi ikon kuliner Indonesia, maka nasi lengko bisa disajikan di berbagai acara yang bersifat nasional bahkan internasional. “Ini bisa mendorong UMKM kita bergairah dan memberikan dampak ekonom.”

Pemecahan rekor terkait kuliner di Indonesia cukup sering dilakukan. Pada bulan Agustus lalu, dilakukan pemecaha n rekor untuk penyajian Pempek terbanyak dalam satu waktu di Palembang. Pada saat itu warga Palembang berhasil menyajkan 18.818 porsi pempek berstandar Nasional Indonesia atau SNI.

Pemecahan Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) tersebut dilakukan di Pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Rabu, 8 Agustus 2018 dengan disaksikan Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Gubernur Sumsel Alex Noerdin.

Pj Walikota Palembang Akhmad Najib mengatakan, penyelenggaraan pemecahan rekor dimaksudkan untuk mendorong penyediaan pangan yang berkualitas. Penyelenggaraan ini juga bertujuan untuk memotivasi pengusaha pempek untuk menyediakan pempek dengan SNI.

Atraksi Seni di Bandung Barat Window of Indonesia ( Floating Market )Pecahkan Rekor ORI

Posted By : Admin ORI/ 9 0

HUT ke-73 RI, Atraksi Seni di Bandung Barat Pecahkan Rekor

PERAGAAN seni budaya dan kostum adat nusantara semarakkan peringatan Kemerdekaan RI di kawasan Floating Market Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat 17 Agustus 2018.
MEMPERINGATI Hari Ulang Tahun ke-73 Kemerdekaan RI, peragaan berbagai pakaian tradisional ditampilkan di kawasan Floating Market Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat 17 Agustus 2018. Kostum pakaian adat tersebut sedikit dimodifikasi namun tetap mempertahankan keautentikannya.

Tak hanya pakaian adat, dalam kegiatan itu juga ditampilkan atraksi seni tradisi dan budaya berbagai daerah di Indonesia. Keunikan dan kekhasan pertunjukan ini pun mencatatkan rekor pada Original Rekor Indonesia (ORI).

Penampilan tersebut cukup menarik perhatian para pengunjung. Asep (30), pengunjung asal Subang misalnya, tertarik dengan peragaan kostum tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kostumnya unik dan khas. Ternyata, negara kita kaya akan budaya. Dan memang ini perlu dilestarikan, seperti dalam kegiatan seperti ini,” ujarnya.

Penyelenggara kegiatan, Popong Sopia Essen mengungkapkan, keragaman budaya menjadi aset berharga bagi bangsa Indonesia. Peragaan busana tradisional diharapkan bisa menambah kecintaan masyarakat terhadap negeri ini.

“Memang, pakaiannya sedikit dimodifikasi ke fashion modern. Namun, setidaknya hal ini bisa membangkitkan semangat kebangsaan bagi masyarakat untuk lebih mencintai Indonesia,” ujarnya.

Di kawasan Floating Market, berbagai kostum tradisional dari 34 provinsi di Indonesia tersedia di gerai Window of Indonesia. Kostum tersebut bisa dikenakan pengunjung dengan harga sewa Rp 50.000/ jam.

Daya tarik wisata
Pemilik Floating Market Lembang, Perry Tristianto Tedja mengungkapkan, kehadiran gerai pakaian adat tradisional ini juga bagian dari upaya pelestarian budaya Indonesia. Jika dikemas dengan baik, budaya pun menjadi daya tarik tersendiri bagi sektor pariwisata.

“Dari data yang disampaikan kementerian, faktor penunjang pariwisata itu 65 persennya culture (budaya), sisanya infrastruktur dan lain-lain. Jadi, saya berpegang pada data itu,” katanya.

Dia menambahkan, sejauh ini pengunjung Floating Mareket berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Dengan demikian, mereka pun bisa mengenakan pakaian adat dari daerah sendiri ketika berkunjung ke Lembang.

Presiden ORI Agung Elfianto mengapresiasi kehadiran atraksi seni dan budaya daerah di kawasan objek wisata tersebut. Dia berharap agar seni tradisi semakin mendapatkan ruang yang representatif untuk ditampilkan kepada publik.

“Khususnya seni dan budaya di Jabar agar lebih banyak mendapatkan ruang. Kesenian tradisional juga bisa berkolaborasi dengan seni modern, sehingga pertunjukannya lebih menarik,” tuturnya.***

MAKAN 1000 ALIAGREM Pagelaran Budaya Sabilulungan 2018

Posted By : Admin ORI/ 8 0

Disparbud Kab. Bandung mengangkat kembali Ali Agrem ( makanan ringan khas Karawang ) dan tercatat di ORI Original Rekor Indonesia Award dengan tema Makan Seribu Ali Agrem bertujan untuk melestarikan makanan khas daerah dan merangkul perajin Ali Agrem.

Kolaborasi Seni Lukis dan Tari Pecahkan Rekor ORI di Grage City Mall

Posted By : Admin ORI/ 8 0
Sebanyak 215 penari topeng cilik ikut berpartisipasi dalam acara Pemecahan Rekor ORI (Original Rekor Indonesia), yang berlangsung di Grage City Mall, Jalan Jend. A. Yani, Kota Cirebon, Sabtu (28/7/2018).
Pemecahan ORI atas Penyelenggara Pendukung Kolaborasi Seniman Lukis dengan Penari Topeng Cirebon terbanyak di Grage City Mall dalam acara Pameran Lukisan Menoreh Keelokan Nusantara.
Arif Hermawan, selaku General Manager Grage City Mall mengatakan 215 peserta penari topeng cilik yang ikut dalam pemecahan rekor ORI berasal dari wilayah III Cirebon.
“Ada 17 sanggar tari yang terlibat dan tiga pelukis terbaik dari Jawa Barat,” ujarnya.
Lanjut dia, pemecahan rekor ORI bertujuan untuk mengembangkan kesenian Jawa Barat, Khususnya Cirebon.
“Kami sangat berbangga, bisa mengembangkan kebudayan tradisional, khususnya Tari Topeng Cirebon dalam pemecahan rekor ORI,” ungkapnya.
Pihaknya akan terus mendukung kesenian-kesenian tradisional. Di samping, Grage City Mall sering menyelenggarakan berbagai acara kesesian.
“Kami akan terus jalin kerja sama dengan sanggar-sanggar tari, untuk terus mengembangkan kesenian-kesenian tradisional,” tandasnya.
Sementara itu, Vice President ORI, Saeful Muminin menjelaskan pada kali ini kami mencetak rekor yaitu kolaborasi lukis tercepat dengan durasi 15 menit diiringi tari topeng terbanyak.
“Sebelumnya, belum pernah ada rekor yang seperti ini. Di Grage City Mall merupakan pertama yang terjadi di Cirebon,” ujarnya.
Lanjut dia, penilaian dilihat dari banyaknya peserta penari topeng, kemudian dari lukis dinilai dari cepatnya menyelesaikan satu lukisan yang sangat luar biasa.
“Kami sangat mengapresiasi, khususnya tim lukis dan penari topeng, serta Grage Group yang sudah memberikan fasilitas atas terciptanya ORI,” terangnya.
Untuk diketahu, ORI merupakan suatu yayasan prestasi anak bangsa, dengan memberikan apresiasi terhadap suatu event yang bersifat unik ataupun kolosal di tingkat nasional.