HUT Kota Pontianak, Chef Borneo Pecahkan Rekor Bubur Ikan Terbanyak
Pontianak, SP – Ada banyak kegiatan yang diselenggarakan untuk memperingati hari jadi Kota Pontianak. Borneo Brother Chef (BBC) memecahkan rekor membuat bubur ikan terbanyak.

Bertempat di Car Free Day (CFD) Jalan ahmad Yani, BBC mengadakan pembuatan rekor bubur ikan terbanyak dalam rangka HUT ke-247 Kota Pontianak. “Jumlah bubur ikan 1.051 porsi, melebihi target kita yaitu 1.000 porsi,” ucap Dinar Komar, Ketua umum BBC, Minggu (21/10).

BBC merupakan gabungan chef lokal dari hotel dan restoran di Kota Pontianak. BBC mengerahkan sekitar 60 anggotanya untuk membuat bubur ikan terbanyak.

Rekor tersebut, diakui Dinar, sebenarnya sudah lama menjadi target yang ingin diwujudkan. Setelah mengajukan berkonsultasi dengan Plt Wali Kota Pontianak, akhirnya BBC memilih satu menu khas Pontianak.

“Akhirnya, kita memilih menu bubur Ikan untuk diangkat rekor Indonesia supaya bubur ikan ini bisa dikenal dan hingga di luar daerah,” ungkap Dinar.

Menurut Dinar, rekor yang diraih, sesuai visi misi BBC untuk mengangkat kuliner khas Pontianak. Bubur ikan Pontianak menjadi istimewa, sebab sudah terkenal di luar daerah. “Kami sebagian menggunakan ikan lokal. Ada ikan patin, ikan dari Sungai Kapuas, sama ikan laut. Campur,” ujarnya.

Perwakilan Original Rekor Indonesia (ORI) menetapkan Borneo Brother Chef (BBC) sebagai pemegang rekor pembuatan bubur ikan terbanyak pertama di Indonesia.

Perwakilan ORI berharap rekor baru ini tidak hanya sebagai penghargaan, tapi juga dapat mendorong bubur ikan sebagai ikon kuliner Pontianak sekaligus mengangkat citra Kota Pontianak di mata nasional. “Jumlahnya melebihi rekor, ada 1.051 porsi, rekornya sudah sah. Jadi kita beri penghargaan langsung,” kata Eko Jericho, perwakilan ORI Kalbar.

Eko menyebutkan beberapa kriteria untuk mendapat gelar rekor ORI. Pertama, rekor yang dibuat memang belum pernah ada sebelumnya. Kedua, bisa dibuktikan dan dilaksanakan.

Pihak ORI juga harus menyaksikan langsung agar dapat memberi penilaian bahwa rekor yang dipecahkan sesuai dengan yang didaftarkan. “Tidak hanya sekedar daftar, lalu kita siapkan rekor. Pembuktiannya juga harus benar-benar sah.”

Plt Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi pemecahan rekor. Menurut Edi, kegiatan seperti yang dilakukan BBC merupakan kegiatan ekonomi kreatif. Kita akan galakan Kota Pontianak sebagai kota kuliner yang sehat dan halal,” tuturnya.

Edi mengajak para chef hotel dan restoran untuk terus melakukan inovasi menciptakan makanan khas Kota Pontianak. Jika bubur ikan memiliki kekhasan tertentu, akan didaftarkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayan untuk mendapatkan label warisan budaya tak benda menyusul pacri nenas dan sayur keladi. “Dua makanan itu sudah jadi hak paten, tidak bisa diakui daerah lain.” (lha/)