Nasi Lengko dari Cirebon, Jawa Barat. Nasi lengko sebenarnya mirip dengan nasi pecel isinya berupa nasi yang di atasnya diberi irisan kecil timun, taoge, daun bawang, irisan tempe, dan tahu. Kemudian disiram dengan bumbu kacang yang pedas. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Cirebon – Sebanyak 3.000 lebih warga Kota Cirebon, Jawa Barat, secara bersama-sama memakan nasi lengko dalam rangka pemecahan Original Record Indonesia(ORI). “Kita berupaya melakukan pemecahan rekor ORI yaitu makanĀ nasi khas Cirebon,” kata Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Jawa Barat, Asep Dedi di Cirebon, Sabtu, 15/9.

Pemecahan rekor makan nasi lengko terbanyak tersebut, kata Asep, dilakukan di sepanjang jalan Siliwangi, Kota Cirebon. Kegiatan pemecahan rekor juga dimaksudkan untuk mengenalkan nasi lengko kepada khalayak lebih luas.

“Karena di Cirebon bukan hanya empal gentong, nasi jamblang dan tahu gejrot, tapi juga ada nasi lengko yang enak,” kata Asep.

Presiden ORI, Agung Elvianto berharap pemecahan rekor makan nasi lengko dengan peserta terbanyak ini bisa membawa nasi lengko menjadi ikon kuliner khas Indonesia. “Jadi bukan hanya kuliner dari Cirebon saja, tapi bisa menjadi kuliner nasional,” kata Agung.

Menurut Agung, jika sudah menjadi ikon kuliner Indonesia, maka nasi lengko bisa disajikan di berbagai acara yang bersifat nasional bahkan internasional. “Ini bisa mendorong UMKM kita bergairah dan memberikan dampak ekonom.”

Pemecahan rekor terkait kuliner di Indonesia cukup sering dilakukan. Pada bulan Agustus lalu, dilakukan pemecaha n rekor untuk penyajian Pempek terbanyak dalam satu waktu di Palembang. Pada saat itu warga Palembang berhasil menyajkan 18.818 porsi pempek berstandar Nasional Indonesia atau SNI.

Pemecahan Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) tersebut dilakukan di Pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Rabu, 8 Agustus 2018 dengan disaksikan Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Gubernur Sumsel Alex Noerdin.

Pj Walikota Palembang Akhmad Najib mengatakan, penyelenggaraan pemecahan rekor dimaksudkan untuk mendorong penyediaan pangan yang berkualitas. Penyelenggaraan ini juga bertujuan untuk memotivasi pengusaha pempek untuk menyediakan pempek dengan SNI.