DEJABAR.ID, CIREBON – Dalam rangka memperingati HUT yang ke 42, Perguruan Seni Bela Diri (PSBD) Kelabang menggelar sebuah kirab budaya sekaligus memecahkan rekor Indonesia dan dunia, dengan mengusung tema “Menembus Batas Spektakuler”.

Menurut Guru Besar PSBD Kelabang Shandy Bernard, tujuan dari kirab budaya ini adalah memperkenalkan bahwa di Cirebon ini ada sebuah perguruan seni bela diri yang bernama PSBD Kelabang. Selain itu, juga untuk memecahkan rekor Indonesia dan dunia.

Yang unik dari kirab budaya ini, semuanya mengusung serba 42. Seperti, jumlah penari topeng sebanyak 42 orang, jumlah Barong Sai, jumlah pasukan keraton, jumlah pasukan tombak, dan kereta barong.

“Karena ini adalah ultah perguruan kami yang ke-42, maka kami mengusung semuanya serba 42,” jelasnya saat ditemui awak media di Pelataran Keraton Kanoman Kota Cirebon, Sabtu (28/7/2018).

Kirab budaya yang serba 42 ini dimulai dari Keraton Kanoman pada pukul 14.00 WIB, kemudian dilanjutkan ke Pasar Kanoman, Lemahwungkuk, kemudian berakhir di Keraton Kacirebonan.

Adapun rekornya adalah, menampilkan pemain topeng barong beling termuda, yakni bernama Fathan Julian Sianto (7). Dia memainkan Barong Sai sambil menginjak pecahan beling selama 10 menit 42 detik. Selain itu, aksinya tersebut diiringi oleh 42 barongsai dan 42 penari topeng. Sehingga, ada dua rekor yang didapat. Rekor tersebut dilakasanakan di pelataran Keraton Kacirebonan, Kota Cirebon.

“Pemain topeng barong beling termuda, dan pemain barongsai dan tari topeng terbanyak,” jelas Shandy.

Sedangkan menurut Presiden Original Record Indonesia (ORI) Agung Elvianto, selaku lembaga rekor yang mengawasi kegiatan ini, bahwa dirinya bangga dengan adanya kegiatan seni dan budaya ini. Apalagi, didukung oleh dua keraton, yakni Keraton Kanoman dan Keraton Kacirebonan.

“Kegiatan ini membuat para seniman semakin giat menampilkan seni yang ada di Indonesia. Harapan kami mudah mudahan penari topeng Cirebon menjadi legenda dunia,” harapnya.

Sedangkan menurut Sultan Kacirebonan Gusti Sultan Raja Abdul Ghani Natadiningrat, bahwa dirinya sangat bangga dan gembira karena ada peristiwa bersejarah yaitu pemecahan rekor. Dia mewakili Keraton Kacirebonan menghaturkan terima kasih atas perhatiannya kepada budaya Cirebon. Karena, seni budaya harus dilestarikan.

“Akhirnya perjuangan kita membuahkan hasil dan penghargaan. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk melestarikan nilai seni dan budaya. Sehingga dengan adanya rekor ini, menjadi legenda dunia,” pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir perwakilan Disporbudpar Kota Cirebon, BKPP Kota Cirebon, Indonesia Cobra Show, IPSI kota dan kabupaten Cirebon, tamu-tamu undangan dari luar kota, serta komunitas-komunitas di Kota Cirebon. (jfr)