CIMAHI – Kota Cimahi kembali mencatatkan diri sebagai kota yang berhasil mencetak rekor dunia. Kali ini catatan rekor tersebut atas penyelenggaraan senam pencak silat yang diikuti oleh sebanyak 15.000 peserta yang digelar di lapangan Pusdik Armed, Kota Cimahi, Jawa Barat, Minggu (17/12/2017).

Pada pemecahan rekor dunia ini, sebanyak 15.000 peserta melakukan gerakan serempak senam pencak silat selama kurang lebih sembilan menit dengan diiringi musik kesenian tradisional. Hadir pada acara ini Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna dan juga Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Dodo Suhendar.

Ketua penyelenggara kegiatan, Adang Kosasih mengatakan, pencak silat dipilih karena merupakan salah satu budaya bela diri asal Sunda, Jawa Barat. Untuk itu pihaknya berusaha terus mempopulerkan bela diri ini agar semakin dikenal luas ke dunia internasional.

“Selain untuk mencatat rekor dunia kami juga ingin mempopulerkan pencak silat seperti Tari Poco-poco dari Sulawesi Utara,” ucapnya.

Presiden Original Record Indonesia (ORI) Agung Elvianto mengungkapkan, peserta yang semula didaftarkan adalah sebanyak 10.000 peserta. Namun setelah dilakukan penghitungan tercatat ada lebih dari 15.000 peserta yang ikut kegiatan senam pencak silat ini.

“Dengan jumlah peserta yang terlibat sebanyak 15.000 orang maka di Kota Cimahi ini telah tercatat rekor dunia baru untuk senam pencak silat dengan jumlah peserta terbanyak,” ucapnya seusai acara.

Menurutnya yang unik dari kegiatan ini adalah gerakan senamnya yang menggunakan gerakan pencak silat. Hal ini menjadi sebuah keunikan sekaligus kebanggaan mengingat pencak sikat telah didaftarkan ke UNESCO sebagai warisan budaya asli dari Indonesia.

“Capaian ini adalah sebuah kabanggaan bagi bangsa Indonesia. Oleh karenanya Original Rekor Indonesia (ORI) memberikan apresiasi atas rekor ini yang sekaligus tercatat di lembaga rekor dunia,” tandasnya.